dr. Mahyeti, Sp.Rad

Spesialisasi : Radiologi

Dokter spesialis radiologi merupakan dokter spesialis yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan secara radiologi untuk mengetahui kondisi penyakit, mendiagnosis, melakukan deteksi, dan mengobati penyakit menggunakan metode pencitraan seperti CT scan, rontgen, pencitraan resonansi magnetik atau MRI, kedokteran nuklir, sampai USG.

Dokter radiologi berperan penting dalam melakukan pemeriksaan dan diagnosis berbagai kelainan dari seluruh bidang spesialisasi kedokteran, mulai dari bedah, ortopedi, penyakit dalam, anak atau pediatri, pulmonologi (paru), kardiologi (jantung dan pembuluh darah), neurologi (saraf), THT (telinga, hidung, dan tenggorokan), mata, forensik, serta kebidanan dan kandungan.

Tugas dan peran dokter radiologi adalah:

  • Bertindak sebagai konsultan ahli bagi dokter rujukan Anda (dokter yang merujuk Anda ke dokter radiologi) dengan membantu dia dalam memilih jenis pemeriksaan yang tepat, menafsirkan citra medis yang dihasilkan, dan menggunakan hasil tes radiologi untuk menentukan perawatan yang sesuai.
  • Mengobati penyakit dengan cara radiasi (onkologi) atau intervensi terapeutik yang dipandu gambar.
  • Mengkorelasikan temuan dari citra medis dengan pemeriksaan dan tes lainnya.
  • Merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut yang sesuai atau perawatan bila diperlukan kepada dokter rujukan.

Kewenangan Klinis Dokter Spesialis Radiologi

Ada beragam kewenangan klinis seorang dokter spesialis radiologi menurut bidangnya, yaitu:

1. Bidang radiologi dada (toraks)

Prosedur pemeriksaan radiologi yang dilakukan meliputi radiografi konvensional atau foto Rontgen dada, CT scan rongga dada, dan USG pleura.

2. Bidang muskuloskeletal

Jenis pemeriksaan radiologi yang dapat dilakukan meliputi foto Rontgen tulang dan otot, CT scan tulang, MRI tulang, pemindaian tulang (bone scan), serta USG Doppler sendi dan jaringan lunak.

3. Bidang saluran kemih dan organ genital

Metode pemeriksaan radiologi yang dapat dilakukan meliputi urografi intravena, uretrosistografi, micturating cysto urethrography (MCU), uretrografi, USG Doppler saluran kemih, USG testis, genitografi, CT/MR urografi, dan MRI organ kelamin dalam.

4. Bidang saluran cerna

Prosedur pemeriksaan radiologi yang dilakukan meliputi foto Rontgen perut (abdomen), barium meal, barium enema, lopografi, fistulografi, CT kolonoskopi, ERCP, dan CT/MRI saluran cerna.

5. Bidang neuroradiologi (saraf dan otak)

Jenis pemeriksaan radiologi yang dilakukan adalah CT scan dan MRI otak serta saraf tulang belakang, MR myelography, dan USG otak.

6. Bidang radiologi intervensional dan kardiovaskular

Prosedur pemeriksaan radiologi yang dilakukan meliputi angiografi, venografi, limfografi, mielografi, embolisasi transarterial, dan biopsi terpimpin (guiding biopsy).

7. Bidang pencitraan payudara

Prosedur pemeriksaan radiologi pada payudara meliputi mammografi, USG payudara, MRI dan CT scan payudara, serta duktulografi atau pemeriksaan saluran susu.

8. Bidang pencitraan kepala-leher

Prosedur pemeriksaan radiologi yang dilakukan meliputi radiografi konvensional, CT scan kepala dan leher, MRI kepala dan leher, USG leher, sialografi atau pemeriksaan kelenjar liur, dan dakriosistografi atau pemeriksaan kelenjar air mata.

9. Bidang kedokteran nuklir

Jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi skintigrafi tulang, skintigrafi ginjal, limfoskintigrafi, skintigrafi tiroid, dan skintigrafi hepatobiliar.

Alat Radiologi

Alat radiologi yang digunakan untuk pemeriksaan banyak dikenal adalah rontgen menggunakan sinar X, CT scan, USG atau ultrasonografi, MRI dan pemeriksaan nuklir. Pemeriksaan radiologi punya fungsinya masing-masing dalam mendeteksi penyakit, beberapa contoh kegunaan pemeriksaan radiologi seperti berikut ini:

  • Rontgen sinar X: Kelainan pada paru-paru seperti pneumonia, bronkitis, kanker paru dan kelainan paru sejenisnya.
  • CT Scan: Masalah pada tulang seperti patah tulang yang kompleks, tumor sendi, pergeseran tulang dan sendi.
  • USG (ultrasonografi): Kelainan pada jantung dan pembuluh darah seperti penyakit jantung, gagal jantung, gangguan otot jantung, penyakit katup jantung.
  • MRI: Kelainan pada saraf dan otak seperti stroke, tumor, pendarahan otak, meningitis, dan lain sebagainya.
Open chat
Scan the code
Terima kasih telah menghubungi Rumah Sakit Seto Hasbadi, Silahkan beri tahu apa yang dapat kami bantu ?